Respons AS, Turki Sebut Beli S-400 Rusia Bukan untuk Disimpan

Populer Berita – Respons AS, Turki Sebut Beli S-400 Rusia Bukan untuk Disimpan, Turki merespons kritik yang dilontarkan Amerika Serikat soal uji coba sistem sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Turki membeli sistem pertahanan udara itu bukan sekadar untuk disimpan.

Respons AS, Turki Sebut Beli S-400 Rusia Bukan untuk Disimpan

“Anda tidak membeli produk hanya untuk disimpan dalam kotak,” kata Cavusoglu dalam konferensi pers, Rabu (27/11) seperti dikutip dari AFP.

Akuisisi Turki terhadap sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia direspons dengan kekhawatiran oleh AS. Sekutu Turki di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu mengancam akan menjatuhkan sanksi.

Sejumlah pejabat AS baru-baru ini menyarankan Turki untuk tidak mengaktifkan sistem buatan Rusia itu jika tidak ingin terkena sanksi.

Pada Senin dan Selasa lalu Turki menguji S-400 di pangkalan militer Murted di Ankara. Pada uji coba itu, Turki bahkan menjadikan jet tempur F-16 buatan AS sebagai kelinci percobaan.

Turki menerbangkan F-16 untuk menguji radar yang dioperasikan di S-400. “Kabar ini mengkhawatirkan,” kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Selasa.

Respons AS, Turki Sebut Beli S-400 Rusia Bukan untuk Disimpan

“Tetapi yang jelas kami ingin melihat pemerintah Turki tidak mengoperasikan sistem S-400.”

AS menyebut S-400 tidak kompatibel dengan NATO dan dapat menimbulkan ancaman bagi jet-jet F-35 Lockheed Martin Corp.

AS mengatakan ada risiko kebocoran informasi sensitif jika S-400 diintegrasikan dengan jet F-35. Turki sendiri telah memesan F-35 sebanyak 100 unit.

Akan tetapi Presiden AS Donald Trump memutuskan membatalkan proyek penjualan jet tempur F-35 karena Turki tetap melanjutkan kontrak pembelian S-400 buatan Rusia.

Turki merupakan sekutu AS di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). AS menyebut S-400 tidak kompatibel dengan NATO dan dapat menimbulkan ancaman bagi jet-jet F-35 Lockheed Martin Corp.

O’Brien Mengatakan “Tidak Cukup lagi tempat di NATO untuk S-400,” kepada CBS “Face the Nation” pada hari Senin (11/11) seperti dikutip dari Associated Press.

AS lantas mengeluarkan Turki dari program F-35 setelah negara itu menerima pengiriman tahap pertama S-400 pada Juli lalu.

“Kami adalah mitra dalam proyek ini (F-35), kami telah melakukan investasi yang sangat serius,” kata Cavusoglu.

“Dalam skenario terburuk, jika tidak bisa membeli F-35, kami harus mencari alternatif lain.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons