Asal Usul Viralnya Sindiran ‘OK Boomer’

Populer Berita – Asal Usul Viralnya Sindiran ‘OK Boomer’, Kalimat Sindirian ‘OK boomer’ viral di dunia maya setelah Chloe Swarbrick, anggota parlemen Selandia Baru, yang masih berusia 25 tahun menggunakan kalimat tersebut ketika ia membalas politisi lain yang mengejeknya saat berpidato tentang perubahan iklim. Pernyataannya yang satire itu terekam dalam video yang kemudian populer. Dijadikan meme bertema pandangan orang tua yang kolot kepada anak muda.

Asal Usul Viralnya Sindiran 'OK Boomer'

“Kata Ini adalah bentuk jawaban singkat dan sederhana. Namun tidak agresif dari Generasi Z kepada Baby Boomer yang sering tidak mau mendengarkan anak muda,”. Jelas Nina Kasman (18 tahun), yang menjual barang bertuliskan “OK boomer”.

‘OK boomer’ menjadi jawaban Gen Z dari kalimat ‘snowflakes’ yang selama ini sering diutarakan oleh Baby Boomer kepada Gen Z.

Kata ‘Boomer’ adalah singkatan untuk Baby Boomer, istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang yang lahir setelah Perang Dunia II. Ini umumnya berarti siapa pun yang lahir antara tahun 1946 dan pertengahan 1960-an. Ketika Amerika Serikat menikmati kemakmuran yang cukup besar.

Tetapi Kata ‘OK boomer’ menyindir pola pikir tertentu, tidak secara spesifik kelompok umur, kata Kasmandari Northern Illinois University.

“Orang-orang yang sudah lebih tua yang berjuang untuk kelestarian lingkungan – orang-orang itu belum tentu ‘boomer’ dalam konteks ini,” katanya.

Generasi Z secara kasar menunjuk pada mereka yang lahir setelah tahun 1997.

Untuk Generasi Millennial, juga dikenal sebagai Generasi Y, menggambarkan kelompok yang datang sebelum mereka yang lahir sekitar tahun 1981 dan 1996.

Kedua generasi ini sering terikat dengan perasaan bahwa kehidupan mereka jauh lebih sulit dibandingkan kaum Baby Boomer, yang sempat merasakan pendidikan murah, kemudahan mencari pekerjaan, sampai alam yang masih asri.

Asal Usul Viralnya Sindiran ‘OK Boomer’

Thunberg juga sering menuduh orang tua memilih untuk mengabaikan para ilmuwan yang sebagian besar setuju bahwa pemanasan akibat perbuatan manusia mengarah pada keadaan darurat iklim.

Bertahan sampai kapan?

Pemeran Star Trek William Shatner (88) yang bukan seorang boomer, menyebut ‘OK boomer’ sebagai “penghinaan kekanak-kanakan” setelah pengguna Twitter mengarahkan kalimat tersebut kepadanya.

Pembawa acara radio Amerika Bob Lonsberry dikecam keras setelah ia membandingkan “boomer” dengan cercaan rasial.

Seorang Pria 60 tahun itu mengatakan itu adalah “kata-kata penghinaan umur” dalam cuitan yang telah dihapusnya.

“Wajar bagi generasi untuk memiliki konflik. Tapi kami telah memiliki masalah yang lebih serius di masyarakat kita saat ini: meningkatnya ketidaksetaraan ekonomi dan perubahan iklim – dua hal ini adalah ancaman eksistensial,” kata sosiolog Cornell University dan Baby Boomer, Thomas Hirschl.

Bagi Kasman, viralnya Kata ‘OK boomer’ lebih tentang sebuah bagian dari suatu gerakan dan “mengambil kembali kekuatan” untuk generasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons