Meksiko Membara Anak El Chapo Gagal Ditangkap

Populer Berita – Meksiko Membara, Menteri Pertahanan Meksiko, Luis Sandoval, mengakui salah perhitungan dalam menggelar operasi untuk menangkap Ovidio Guzman (28), anak pemimpin kartel narkoba Sinaloa, Joaquin ‘El Chapo’ Guzman. Mereka gagal membekuk Ovidio yang bersembunyi di Ibu Kota Culiacan karena mendapat perlawanan dari anggota kartel yang menggunakan persenjataan lengkap.

Sandoval mengakui keliru dalam memperhitungkan dampak operasi penangkapan itu. Dia mengira jumlah pasukan yang dikerahkan sudah memadai, tetapi ternyata jumlah anak buah El Chapo jauh lebih banyak.

“Meksiko Membara karena perencanaannya sangat buruk. Satuan tugas beraksi terlalu tergesa-gesa,” kata Sandoval.

Bahkan menurut Sandoval, aparat keamanan yang ditugaskan belum mengantongi surat perintah penahanan untuk Ovidio. Dia menyatakan Ovidio tidak pernah benar-benar ditangkap dalam peristiwa pada Sabtu (19/10) kemarin.

Baku tembak antara selama enam jam antara tentara dan anggota kartel Sinaloa mengakibatkan seorang warga sipil dan tujuh serdadu meninggal. Selain itu tiga polisi mengalami luka-luka dalam kejadian itu.

Meksiko Membara, Meksiko Salah Perhitungan

Ovidio adalah salah satu dari sembilan anak El Chapo yang saat ini menjalankan kartel itu. Ayahnya ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat pada 2017 dan divonis seumur hidup pada Juli lalu karena terbukti bersalah menyelundupkan ratusan ton kokain, heroin, sabu dan ganja ke AS selama 25 tahun.

Saat ini El Chapo tengah mengajukan proses banding di AS.

Meksiko Membara

Di sisi lain, Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menyatakan mendukung keputusan untuk membiarkan Ovidio. Menurut dia situasi itu membahayakan warga sipil setempat.

“Kita tidak bisa memerangi api dengan api,” kata Obrador.

Sedangkan menurut Menteri Koordinator Keamanan Meksiko, Alfonso Durazo, baku tembak itu berawal saat patroli tentara tidak sengaja berhadap-hadapan dengan Ovidio dan anak buahnya.

Meski El Chapo saat ini sudah diekstradisi, tetapi kartel Sinaloa masih menjadi salah satu yang terkuat di Meksiko. Kini kelompok itu terlibat perang saudara antara anak-anak El Chapo dan salah satu pendirinya, Ismael ‘El Mayo’ Zambada.

Ovidio dan sejumlah anak El Chapo kini masih mengendalikan kartel itu. Namun, aparat tidak yakin kemampuan mereka setara dengan sang ayah untuk mengurus bisnis narkoba.

Penyebabnya adalah anak-anak El Chapo dianggap hanya generasi yang doyan hura-hura.

Meski demikian, Obrador yang dilantik sejak Desember 2018 berjanji untuk melawan kekerasan yang menyelimuti negaranya. Sejak kebijakan perang melawan narkoba dimulai pada 2006, sudah lebih dari 250 ribu orang meninggal di Meksiko.

Sejumlah pengamat menilai kebijakan itu justru membuat tingkat kekerasan di Meksiko semakin tinggi. Sebab, sejumlah kartel narkoba justru memecah diri menjadi kelompok yang lebih kecil dan bertikai satu sama lain dan juga berhadapan dengan tentara serta polisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons