Sejarah Ibu Kota Baru yang Luar Biasa

Populer Berita – Sejarah Ibu Kota Baru, Ibu kota dipastikan pindah ke sebagian Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Inilah bekas kerajaan tertua di Nusantara.

Ibukota akan pindah ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Nah, Kabupaten Kukar punya akar sejarah yang penting.

Sejarah Ibu Kota Baru, Kabupaten Kukar dulunya adalah kerajaan. Bukan cuma satu, tapi ada dua kerajaan pernah ada di sana dan salah satunya adalah kerajaan tertua di Indonesia.

Kutai Martadipura

Sejarah Ibu Kota Baru

Di Kutai menurut para ahli sejarah, ada kerajaan pertama di sana yang juga memperkenalkan sistem pemerintahan monarki pertama di Indonesia. Yakni Kerajaan Kutai Martadipura (Kutai).

Penamaan Kutai Martadipura yang bercorak Hindu hanya didasarkan pada lokasi penemuan prasastinya, Yupa. Didirikan sekitar abad ke-4, kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam.

Ada tujuh Yupa yang mempresentasikan Kerajaan Kutai. Prasasti dibikin karena sikap dermawan raja paling terkemuka, Mulawarman (cucu pendiri Kutai, Raja Kundungga) yang menyumbangkan 20 ribu ekor sapi dan emas yang begitu banyak ke kaum Brahmana saat prosesi kenduri.

Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia Warman (Raja Kutai Martadipura ke-21) tewas. Ia tewas dalam perang di tangan Aji Pangeran Anum Panji Mendapa (Raja Kutai Kartanegara ke-13).

Kutai Kartanegara adalah kerajaan bercorak Islam. Sejak tahun 1735 raja-raja Kerajaan Kutai Kartanegara bergelar sultan dan hingga sekarang disebut kesultanan.

Jejak Sejarah Ibu Kota Baru

Kutai Kartanegara ing Martadipura

Sejarah Ibu Kota Baru

Dikutip dari beberapa sumber, Kesultanan Kutai yang bercorak Islam yang berdiri pada tahun 1300an oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti di Kutai Lama Akhir era kerajaannya pada 1960.

Kerajaan Kutai Kartanegara yang berdiri pada awal abad ke13 di daerah yang memiliki nama Tepian Batu atau Kutai Lama dimana yang kini menjadi sebuah desa di wilayah Kecamatan Anggana. Raja pertamanya yakni bernama Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325).

Pada abad ke-16 Kerajaan Kutai Kartanegara di bawah pimpinan raja Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa berhasil menaklukkan Kerajaan Kutai Martadipura. Raja Kutai Kartanegara kemudian menamakan kerajaannya menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang dimana nama tersebut sebagai peleburan antara dua kerajaan.

Pada masa kejayaannya hingga ditahun 1959 Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas. Ada beberapa wilayah otonom, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kota Samarinda, Kecamatan Penajam.

Kerajaan ini sempat mati beberapa dekade dan kemudian muncul kembali. Pada 2001, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura kembali eksis setelah dihidupkan lagi oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara setelah mendapat izin Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Itu sebagai upaya untuk melestarikan budaya dan adat Kutai Kedaton. Dampak utamanya tak lepas dari potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Mengetahui Sejarah Ibu Kota Baru

Museum Purbakala Muara Kaman

Sejarah Ibu Kota Baru

Museum ini terletak di Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Dimana ini adalah yang ketiga setelah Museum Mulawarman dan Museum Kayu Tuah Himba yang berada di Kota Tenggarong.

Museum Purbakala Muara Kaman atau Museum Kutai Mulawarman Ing Martadipura diinisiasi oleh para arkeolog dari Universitas Negeri Malang. Karena, warga banyak menemukan benda purbakala di sini dalam rentang tahun 1991-1994.

Menurut sejarah, Muara Kaman adalah cikal bakal dari Kerajaan Kutai dengan raja yang terkenal yakni Mulawarman. Oleh karenanya, tak dipungkiri bila penemuan benda-benda purbakala itu memperkuat sejarah yang ada.

Museum Purbakala Muara Kaman memiliki tujuh buah replika prasasti acara 10.000 ekor kerbau yang dilakukan oleh Raja Mulawarman. Ada pula barang-barang temuan masyarakat seperti guci, piring, gelas, tempayan, tombak.

Ada pula batu prasasti yang belum sempat dipahat dan posisinya masih tergeletak. Di luar museum terdapat komplek makam yang diduga adalah makam raja-raja Islam dan bebatuan purbakala yang dipercaya sebagai candi oleh masyarakat setempat yang diberi nama Lembu Ngeram.

Kalimantan Timur dan Sejarah Ibu Kota Baru

Museum Mulawarman

Sejarah Ibu Kota Baru

Destinasi berupa bangunan istana hanya ada di masa pemerintahan Sultan AM Sulaiman yang berpusat di Kota Tenggarong. Penjelajah Eropa yang melakukan ekspedisi ke pedalaman Mahakam pada abad ke-18, salah satunya Carl Bock, berkebangsaan Norwegia pada tahun 1879 membuat ilustrasi pendopo istana itu.

Istana Kesultanan Kutai pada masa itu terbuat dari kayu ulin yang dibentuk dengan cukup sederhana. Istana kerajaan memang sempat mengalami perubahan, pernah terbakar hingga dibongkar yang mula strukturnya dari kayu menjadi beton, lalu dinamai Kedaton Putih.

Setelah pemerintahan Kesultanan Kutai berakhir, Kedaton Putih diserahkan ke pemprov. Pada 18 Februari 1976, pemerintah pusat untuk dikelola menjadi sebuah museum dan dinamai Museum Mulawarman.

Di dalam museum ini disajikan beraneka ragam koleksi peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara. Di antaranya ada singgasana, arca, perhiasan, perlengkapan perang, tempat tidur, seperangkat gamelan, koleksi keramik kuno dari China, dan lain-lain.

Saat Kesultanan Kutai Kartanegara dipulihkan kembali, sebagai upaya pelestarian kerajaan tertua di Indonesia, pemerintah membangun sebuah istana baru yang disebut Kedaton. Kedaton baru terletak di samping Masjid Jami’ Aji Amir Hasanuddin dan dirancang seperti bangunan terdahulu di masa Sultan Alimuddin.

Jadi, tak hanya bentang alam saja yang jadi kekayaan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Situs-situs masa lampau yang sarat sejarah pun ada dan kini tersimpan lebih rapi. Pindah ke sana, artinya Indonesia kembali ke titik awal kerajaan Nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons