Kebakaran Hutan Amazon Masih Belum Padam

Populer Berita – Kebakaran Hutan Amazon, Kebakaran masif yang tengah melanda hutan Amazon patut membuat dunia khawatir. Amazon sudah cukup lama terkenal sebagai jantung dunia. Kerusakan hutan besar ini dapat menimbulkan effect negatif untuk planet Bumi.

Titik dari kebakaran ini muncul di berbagai lokasi di Amazon. Data dari satelit National Institute for Space Research atau disingkat (INPE) mengungkap adanya kenaikan titik kebakaran hingga 84% dibanding tahun-tahun silam.

Lebih dari 9500 api terdeteksi pada minggu lalu ditambah jumlah 73 ribu yang tercatat dari Januari sampai Agustus 2019. Kebakaran mencapai titik puncaknya akibat ulah manusia maupun musim kemarau.

Kebakaran Hutan Amazon

“Rumah kita terbakar, hutan hujan Amazon yang merupakan jantung yang memproduksi 20% oksigen planet kita berada dalam nyala api,” tulis presiden Perancis, Emanuel Macron, di Twitter.

“Di tengah krisis iklim global, kita tidak bisa menderita lebih banyak kerusakan terhadap sumber utama oksigen dan biodiversitas. Amazon harus kita lindungi ucap Sekjen PBB yakni Antonio Guterres.

Kebakaran Hutan Amazon yang Terparah 10 Tahun Terakhir

Amazon adalah hutan hujan yang terbesar di dunia dan merupakan penyimpan dari karbon yang sangat vital guna memperlambat pemanasan global. Dihitung secara total ia menampung 40% hutan tropis dunia.

Hutan masif ini juga memiliki antara 10 sampai 15% biodiversitas Bumi, sehingga banyak spesies khusus di sana ikut terancam. Kebakaran tersebut mencemaskan para ilmuwan karena pohon-pohon di Amazon dianggap sebagai pertahanan pertama untuk dapat melawan pemanasan global.

Peta Amazon

Pepohonan sangatlah penting untuk stabilitas iklim dan juga studi. Mengindikasikan menanam setriliun pohon dapat memangkas dua pertiga dari emisi yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Karena penebangan hutan Amazon dikhawatirkan tidak dapat lagi menjadi penyerap karbon efektif yang dimana akibatnya dapat dirasakan oleh seluruh planet.

Musim kemarau tentu saja menambah api tetapi kita sudah pernah mengalami musim kemarau lebih parah dahulu kala dan tidak pernah mengalami kebakaran besar seperti ini. Maka ini terjadi karena kita lebih banyak menebang hutan,” sebut Paulo Moutino dari Woods Hole Research Center.

Ia menyatakan hutan Amazon menyimpan karbon setara satu dekade atau sekitar 80 miliar metrik ton. Jika Anda terus menebang maka Anda melepaskan jumlah besar karbon ini ke atmosfer,” papar dia.

“Menurut hasil studi kami, meskipun dalam skenario terbaik, separuh spesies pohon Amazon akan terancam di masa depan. Trend yang kita lihat saat ini bisa lebih parah dari skenario terburuk,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons