Mobil Listrik Nasional Diharapkan Keluar Tahun 2025

Populer Berita – Mobil Listrik Nasional, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) mengharapkan untuk mobil-mobil listrik nasional dapat diproduksi pada tahun 2025.

Saat ini di berbagai universitas seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Budi Luhur, hingga Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan pengembangan dan uji coba mobil listrik.

Sekretaris Jenderal atau Sekjen dari Kemenristekdikti yakni Ainun Naim mengatakan upaya dari universitas bersama dengan Kemenristekdikti ini merupakan bentuk dukungan mobil listrik yang bebas gas emisi.

“Perkembangan terus berjalan dan banyak universitas lainnya yang terdapat di Indonesia yang melakukan pengembangan itu. Diharapkan dapat memproduksi massal pada 2025,” kata Ainun di sela-sela acara 76th Asean Costi yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada hari Selasa 27 Juni 2019.

Peluncuran Mobil Listrik Nasionalditargetkan Tahun 2025

Dalam kesempatan yang sama juga yakni Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti. Nada Marsudi mengatakan pengembangan mobil listrik dalam negeri harus didukung untuk mendorong kampanye go-green.

mobil listrik

Penggunaan dari mobil listrik itu sendiri disebut oleh Nada ramah lingkungan dan merupakan bagian dari masa depan Indonesia.

“Pak Menteri kemarin sudah bilang pada tahun 2025 Insya Allah bisa diproduksi massal. Menurut saya ini harus didukung,” kata Nada.

Nada mengatakan nanti ke depannya, pihaknya tersebut akan mengkaji terkait pembangunan infrastruktur untuk mendukung mobil listrik anak bangsa. Infrastruktur penunjang tersebut adalah charging station atau Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

“Memang yang diperlukan adalah pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur itu harus dipikirkan charging station. Untuk memudahkan pemilik mobil dan motor listrik,” kata Nada.

Selain itu untuk mendukung harga mobil listrik yang kompetitif, dibutuhkan pula baterai listrik buatan di Indonesia. Pasalnya harga baterai listrik kurang lebih dibanderol 30 sampai 35 persen dari harga mobil itu sendiri.

Indonesia sendiri telah memulai pembangunan kawasan industri untuk mendukung ekosistem komponen kendaraan listrik di Halmahera Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan kawasan ini akan mengerjakan mulai dari nikel, lithium-ion (Li-ion) baterai kendaraan listrik, dan juga termasuk besi baja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons