Ratna Sarumpaet Siap Bacakan Pembelaan Pribadi di PN Jaksel

Populer Berita – Ratna Sarumpaet terdakwa kasus hoax penganiayaan itu mengaku sudah siap membacakan nota pembelaanya hari ini. Tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada pukul 09.00 WIB.

“Ya siap secara moril aja, ya saya ada pembelaan untuk diri saya sendiri” kata Ratna di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (18/06/2019).

Namun, Ratna belum mau membocorkan apa yang akan dia sampaikan dalam pledoi nanti. Ia meminta untuk menunggu di persidangan nanti.

“Saya biasa nulis, tapi kan saya buatnya nggak sebagai ahli hukum (materi nota pembelaan), saya membuatnya sebagai saya saja,” timpalnya.

Diketahui, hari ini sidang perkara kasus hoax penganiayaan dengan terdakwa Ratna Sarumpaet beragendakan pembacaan pledoi atau nota pembelaan. Tim kuasa hukum Ratna menyebut pihaknya sudah menyiapkan pleidoi yang berisi 108 halaman. Ratna dan kuasa hukumnya akan membacakan pleidoi secara terpisah.

“Besok kami sudah siap menyatakan pleidoi. Rencana juga nanti, di samping pledoi dari kami tim pengacara, Ibu Ratna juga akan menyampaikan pleidoi. (Pleidoi itu tebalnya) 108 halaman,” kata pengacara Ratna Sarumpaet, Desmihardi, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/6).

Ratna Sarumpaet Akan Bacakan 108 Halaman Nota Pembelaan di Sidang Hari Ini

Sidang perkara kasus hoax penganiayaan dengan terdakwa Ratna Sarumpaet sudah mencapai tahap pembacaan nota pembelaan. Tim kuasa hukum Ratna menyebut pihaknya sudah menyiapkan dua pleidoi yang berisi 108 halaman dan akan disampaikan oleh Ratna sendiri dan kuasa hukumnya.

“Besok kami sudah siap menyatakan pleidoi. Rencana juga nanti, di samping pledoi dari kami tim pengacara, Ibu Ratna juga akan menyampaikan pleidoi. (Pleidoi itu tebalnya) 108 halaman,” kata pengacara Ratna Sarumpaet, Desmihardi, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/6/2019)

Pleidoi itu berisi seputar keonaran yang didakwakan terhadap Ratna Sarumpaet. Menurut pihaknya, Ratna tidak pernah membuat keonaran dan sudah dibuktikan selama persidangan.

“(Isi pleidoi) terutama tentang keonaran dan sengaja dengan maksud membuat keonaran. Kami melihat itu tidak ada dan tidak pernah terbukti di persidangan, apalagi keonaran tidak pernah terbukti di persidangan,” kata Desmihardi.

Selama persidangan Ratna Sarumpaet berlangsung, Desmihardi menyebut saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan itu tidak bisa membuktikan jika tindakan Ratna merupakan tindakan yang menimbulkan keonaran. Malah ahli yang membuktikan jika tindakan Ratna merupakan tindakan keonaran.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons