Anies Baswedan Digugat Karena Pencemaran Udara

Populer Berita – Anies Baswedan Digugat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan rencananya akan digugat sekelompok warga yang dibantu LBH terkait pencemaran udara di Jakarta. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mempersilakan warga yang akan mengajukan gugatan.

“Nggak apa-apa, kan itu hak warga ya untuk menikmati kebebasan menghirup udara. Menghirup udara kan nggak bisa pilih-pilih. Karena itu merupakan hak dari masyarakat,” ungkap Plt Kepala Dinas LH DKI yakni Djafar Muchlisin Hari Minggu kemarin.

Namun kata Djafar perlu diketahui Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya dalam rangka pengurangan pencemaran udara. Apa saja?

“Upaya-upaya antara lain pembersihan sampah, uji emisi kendaraan. Kan meman polusi disebabkan kendaraan bermotor. Kita sudah berupaya dengan pengetesan uji emisi terhadap kendaraan-kendaraan. Kita lakukan di beberapa tempat terkait pengetesan ini,” jelasnya.

“Juga kendaraan-kendaraan pemerintah sudah kita lakukan terkait polusi yang dihasilkan. Selain uji, imbauan-imbauan juga kami sampaikan,” lanjut Djafar.

Sebab Anies Baswedan Digugat Karena Polusi Udara Di Jakarta

Djafar mengaku selama ini belum pernah menerima aduan dari kelompok masyarakat itu secara langsung. Ia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta tentu akan dengan senang hati menerima masukkan dan ide dari masyarakat.

“Selama ini saya secara langsung belum bertemu langsung terkait ini. Tentu kami akan respons cepat jika ada warga yang memiliki ide dan solusi. Tentu kita tanggap. Jadi kalau ada masyarakat mau menyampaikan ide tentu kami terima,” ujar dia.

Diberitakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) bersama sekelompok warga lintas profesi akan menggugat terkait pencemaran di DKI Jakarta. Pencemaran udara yang terjadi di Jakarta ini dinilai sudah dirasakan semua warga bukan hanya menjadi isu para pegiat lingkungan.

“Sebelumnya pada tanggal 14 April sebuah LBH Jakarta bersama YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia) sudah membuka pos pengaduan calon penggugat pencemaran udara di Jakarta. Karena kita juga sudah menyadari dampak pencemaran udara ini tidak hanya menimpa 1-2 orang saja atau menimpa orang yang concern terhadap isu lingkungan saja. Pada akhirnya kami dari tim advokasi berinisiatif bagaimana jika kita membuka ruang publik bagi masyarakat yang merasa dirugikan,” ujar Pengacara Publik LBH, Ayu Eza Tiara, saat jumpa pers di Kantor LBH di Jalan Diponegoro kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/6).

Para calon penggugat semuanya berjumlah kurang lebih 57 orang yang dimana sebagian besar terdiri dari aktivis, mahasiswa, pekerja swasta, dan peneliti. Sebelumnya mereka juga sudah melakukan advokasi kepada pemerintah tetapi sampai saat ini belum ada perkembangan signifikan.

Dalam gugatan tersebut, selain Anies, mereka juga menggugat Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten Wahidin Halim. Alasannya, pencemaran udara di Jakarta melibatkan 3 provinsi. detikcom telah mencoba menghubungi KLHK dan Dinas LH Jabar dan Banten, tetapi belum mendapatkan respons.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons