Kisah Muslim Berdoa Serta Berbuka di Sinagoge Tertua Afrika

Populer BeritaKisah Muslim Berdoa, Afef Ben Yedder dengan hati-hati meletakkan sebutir telur bertuliskan impiannya di sebuah rongga di tembok Sinagog Ghriba, Pulau Djerba, Tunisia. Yedder berharap impiannya itu bisa terkabulkan biarpun dia seorang Muslim.

Nama dari Sinagoga Ghriba itu sendiri berasal dari sebuah legenda masyarakat lokal. Konon ceritanya seorang anak perempuan pernah terbunuh karena tersambar petir di tempat ibadah itu.

Sejak itu para warga Yahudi percaya bahwa orang-orang yang berdoa di sana permintaannya akan dikabulkan.

Salah satu peziarah yang rutin yaitu berasal dari Prancis bernama Laura Touil Journo ia mengatakan, “Siapa pun yang datang ke sinagoge ini baik itu umat Muslim, Yahudi hingga Katolik boleh saja berdoa di sini.”

Sejarah Kisah Muslim Berdoa di Sinagoge

Lima tahun yang lalu Yedder mengakui pernah berkunjung dan berdoa di sinagoge tertua di Afrika itu. Doa-doanya tak lama terkabulkan.

Saya pernah melakukan doa untuk seorang teman saya yang sedang mengalami kesulitan memiliki keturunan saat itu. Saat ini dia telah memiliki seorang anak laki-laki berusia tiga tahun,” kata perempuan itu sambil tersenyum.

Melanjutkan kisahnya lalu ia berkata “Saya juga pernah berdoa untuk hal lain yang tak ingin saya sebutkan dan itu juga menjadi kenyataan.”

Kali ini Yedder kembali ke Sinagog Ghriba bersama Karen, teman kecilnya yang beragama Yahudi. Mereka dipersatukan kembali via Facebook setelah terpisah sejak remaja karena Karen pindah ke Prancis.

Selain memanjatkan doa, untuk ziarahnya kali ini dimanfaatkan untuk bernostalgia mengingat masa kecil mereka yang dihabiskan bersama di sebuah distrik di Tunisia.

Di distrik tersebut Yadder dan Karen hidup bersama dengan tetangga-tetangga lainnya yang juga merupakan umat Muslim, Yahudi dan Kristen.

Ziarah Yedder tahun ini ke Sinagog Ghriba juga bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Para umat Muslim dan juga Yahudi di daerah sekitar juga saling berbagi makanan cepat saji dan juga menikmati momen buka bersama pada malam itu.

Momen dan Kisah Muslim Berdoa di Sinagoge Tertua

Momen tersebut merupakan sebagai simbol hidup bersama di tengah keberagaman yang ingin coba dipromosikan Tunisia.

Yedder bukan satu-satunya orang Muslim yang melakukan ziarah ke sinagoge tersebut. Ada beberapa penganut Muslim lainnya di antara ribuan pengunjung sinagoge pada hari itu.

Mereka sempat terkaget saat diminta untuk melepaskan alas kaki ketika masuk ke tempat suci tersebut.

Kami tidak sedang berada di masjid kan? ungkap dari salah satu umat Muslim yang ikut rombongan itu sambil tertawa.

Menurut sejarawan Perancis yakni Dominique Jarasse semakin banyak umat Muslim yang berziarah ke sinagoge di Tunisia terutama Sinagog Ghriba, selama 15-20 tahun terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons