Eggi Sudjana Tersangka Terkait Makar

Populer Berita – Eggi Sudjana Tersangka, Pihak dari Polda Metro Jaya menetapkan advokat Eggi Sudjana terkait dugaan makar. Eggi ditetapkan tersangka terkait pernyataan ‘people power’, menyusul adanya hasil quick count Pilpres 2019.

“Iya betul sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Argo mengatakan peningkatan status tersangka dilakukan pada Rabu (8/5) kemarin. Eggi ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara.

“Sudah kita lakukan gelar perkara dan dalam hasil gelar itu dinaikkan sebagai tersangka,” imbuhnya.

Eggi Sudjana Tersangka dijerat dengan Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Sebelumnya, Eggi Sudjana dilaporkan oleh caleg PDIP S Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan Makar. Dewi melaporkan Eggi berkaitan dengan beredarnya video di mana Eggi menyerukan people power dalam sebuah orasi.

Dewi Tanjung
Dewi Tanjung

Polda Metro Jaya Menetapkan Eggi Sudjana Tersangka

Atas pernyataan itu, Eggi juga dilaporkan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac), ke Bareskrim Polri pada Jumat (19/4). Laporan Supriyanto teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan.

Sementara dari pihak Eggi, Eggi merasa ada yang janggal dari penetapan dirinya sebagai tersangka itu. Eggi telah mendapatkan surat panggilan dengan statusnya sebagai tersangka ini. Yang dimana sebelum hanya berstatus sebsagi saksi.

Eggi Sudjana
Eggi Sudjana

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa polisi menetapkan Eggi sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar dan/atau menyiarkan suatu kabar yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat sebagaimana diatur dalam Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

“Mengenai pasal yang dituduhkan kepada saya, tidak sesuai dengan laporan polisi awal dari pelapor bernama Suriyanto yang mendasari pada Pasal 160 KUHP. Jadi diduga polisi mengembangkannya sendiri dan atau mengarahkan pelapor Suriyanto untuk menambahkan pasalnya yang merujuk pada perbuatan makar,” kata Eggi dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Eggi, yang berprofesi sebagai advokat, juga menyebut unsur hukum dalam pasal yang disangkakan kepadanya itu tidak terpenuhi.

“Karena Eggi Sudjana tidak ada mens rea atau niat jahatnya untuk makar. Yang ada adalah menyatakan pendapat di muka umum yang dibenarkan oleh UUD 1945 Pasal 28 E ayat 3 dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Unjuk Rasa,” tutur Eggi.

“Yang saya katakan itu ‘bila terjadi kecurangan dalam pemilu/pilpres maka perlu ada people power’. Tentu people power yang dimaksud berbagai unjuk rasa yang sering terjadi. Bukan makar. Oleh karena itu, people power merupakan tindakan yang konstitusional tapi mengapa dituduh makar,” tutur Eggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons