Krisis Venezuela Warga Turun ke Jalan

Populerberita.com – Krisis Venezuela, Warga Venezuela kompak turun ke jalan untuk menyerukan protes kepada Presiden Nicolas Maduro, yang mereka tuduh sebagai biang keladi perusak ekonomi negara. Aksi ini telah di lakukan setelah berminggu-minggu terjadi pemadaman listrik hingga berkurangnya pasokan air bersih.

Krisis ekonomi yang terjadi di negara Venezuela semakin memburuk dalam satu bulan terakhir. Tingkat inflasi meroket hingga ratusan ribu persen. Rakyat kekurangan makanan dan obat-obatan. Pemadaman listrik sudah melumpuhkan aktivitas di Venezuela, sehingga rakyat terpaksa hidup dalam kegelapan selama berhari-hari.

Pemimpin oposisi, Juan Guaido, melakukan rapat di Caracas pada Sabtu (6/4) yang disebutnya sebagai gelombang baru protes definitif untuk menggulingkan Maduro.

Krisis Venezuela Semakin Berlarut-larut

Ribuan orang dari para pendukung pihak oposisi berkumpul di Caracas, distrik El Marques timur. Mereka berakata sudah mengambil air dari saluran pipa yang tidak bersih atau aliran air dari Gunung Avila yang menghadap langsung ke Caracas.

“Kami harus singkirkan perampas ini (Maduro) dan kami tidak bisa memikirkan hal lain,” ucap Claudia Rueda. Ibu rumah tangga berusia 53 tahun yang ikut dalam demonstrasi tersebut.

Pemadaman listrik dan berkurangnya pasokan air bersih membuat pemerintahan Maduro menutup kegiatan sekolah dan bisnis dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini terjadi khususnya di kota-kota seperti San Cristobal, Valencia, dan juga kota Maracay.

“Kami datang bukan hanya untuk meminta air dan listik. Tetapi datang untuk menuntut kebebasan dan demokrasi,” ucap Guaido di rapat umum Caracas, diikuti sorak-sorai warga.

“Kami tidak bisa membiarkan diri kami terbiasa dengan ini, kami juga sudah tidak bisa tahan dan tidak bisa membiarkan penjahat tetap memegang negara ini.”

Guaido sudah meminta kepada majelis konstitusi untuk menjadi presiden sementara pada Januari 2019 kemarin.

Dia juga mengecam Maduro sebagai seseorang yang menang karena sudah melakukan kecurangan dalam proses pemilihan umum yang digelar pada 2018 lalu.

Tidak berhenti di sana, Guaido pun memperingatkan Presiden Kuba Diaz-Canel jika pasokan minyak yang disubsidi negara pulau komunis Karibia itu sudah berakhir.

Venezuela telah mengirim minyak dengan harga murah ke Kuba dengan imbalan berupa tenaga kerja dan guru dari pulau tersebut.

Krisis Venezuela Semakin Parah

Tetapi pihak dari guaido sendiri mengungkapkan bahwa pengiriman minyak murah dilakukan untuk membiayai kelompok intelijen Kuba atau dikenal G2. Sebagai pihak yang menindak lawan Maduro di militer Venezuela.

Di sisi lain, Maduro mengungkapkan kekhawatirannya akan diculik oleh agen pemerintah. Menanggapi hal tersebut Washington terus menekan pihak maduro agar mundur dari jabatannya.

Wakil Presiden dari Amerika Serikat yaitu Mike Pence sendiri mengumumkan sanksi baru terhadap 34 kapal milik perusahaan minyak Venezuela dan dua perusahaan yang mengirim minyak mentah ke Kuba.

Ini hanyalah langkah awal, tegas John Bolton selaku penasihat keamanan nasional Amerika Serikat.

Pemerintahan Amerika Serikat sendiri memandang Maduro tidak sah sejak menjabat pada Januari 2019. Untuk masa jabatan kedua setelah pemilihan umum yang disebut cacat.

Washington sudah melakukan pembicaraan dengan Dewan Keamanan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membahas krisis Venezuela.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons