Raja Salman Marah Atas Kebijakan baru Putra Mahkota

Populerberita.com – Raja Salman Marah, Raja Arab Saudi yakni Salman bin Abdulaziz bin al Saud dilaporkan marah atas langkah-langkah terbaru yang diambil putranya, Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Dalam hal tersebut mengindikasikan keretakan hubungan antara Raja Saudi dan ahli waris takhtanya itu.

Raja Salman dan MBS disinyalir tengah mengalami ketidaksepakatan terkait sejumlah kebijakan penting dalam beberapa pekan terakhir. Termasuk soal pertempuran di Yaman yang dilanda konflik berkepanjangan.

Kabar keretakan hubungan itu diungkapkan sejumlah sumber yang seperti yang dikutip The Guardian dalam laporannya.

Kebijakan Baru yang Membuat Raja Salman Marah

Keretakan itu terjadi dan mulai muncul sejak pembunuhan brutal wartawan kawakan Arab Saudi yakni Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul negara Turki pada 2 Oktober 2018 tahun lalu. Tuduhan berbagai pihak menyebut pembunuhan itu dilakukan atas perintah MBS, meskipun otoritas Saudi saat itu telah membantahnya.

Namun salah satu sumber menuturkan bahwa ketegangan antara Raja Salman dan MBS meningkat secara dramatis sejak akhir Februari lalu. Saat Raja Salman yang kini berusia 83 tahun yang sedang mengunjungi Mesir dan sudah diperingati oleh sejumlah para penasehatnya soal risiko langkah potensial melawan dirinya.

Disebutkan dari beberapa sumber bahwa saat itu rombongan Raja Salman sangat khawatir dengan ancaman yang mungkin muncul terhadap otoritasnya. Dengan demikian sebuah tim keamanan baru yang terdiri dari 30 loyalis yang dipilih dari Kementerian Dalam Negeri Saudi. Diterbangkan ke Mesir untuk menggantikan tim yang sudah ada.

Langkah-langkah tersebut diambil karena beberapa staf keamanan yang asli mungkin hanya loyal kepada pangeran.

Menurut sumber-sumber tersebut gesekan-gesekan yang terjadi dalam hubungan ayah dan anak ini diperjelas saat MBS tidak ikut menyambut Raja Salman yang baru pulang dari Mesir.

Selama Raja Salman berada di Mesir MBS telah menandatangani dua perubahan besar termasuk menunjuk seorang Putri Saudi menjadi Duta Besar Saudi untuk AS. Untuk pertama kalinya dan menempatkan saudaranya Pangeran Khalid bin Salman sebagai Wakil Menteri Pertahanan atau Menhan.

pengangkatan Pangeran Khalid menjadi Wakil Menteri pertahanan berarti memperdalam sentralisasi kekuasaan di Saudi pada satu cabang keluarga saja.

Dilansir dari sumber bahwa pengumuman besar itu dilakukan tanpa sepengetahuan Raja Salman. Menurut sumber-sumber tersebut Raja Salman marah saat itu atas keputusan MBS. Terutama penunjukan Pangeran Khalid yang diyakini sebagai langkah prematur untuk menaikkan Pangeran Khalid ke posisi yang lebih senior.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons