Krisis Venezuela dan Orang-orang yang Siap Berkorban

Populerberita.com – Krisis Venezuela, Di bangunan kotor di Caracas, Hugo Chvez seolah masih hidup. Patung mendiang presiden Venezuela tersebut, dengan mengenakan seragam militer, berdiri di sudut ruang utama, seperti menyambut semua pengunjung.

Terpasang di dinding lusuh, foto dirinya terlihat tersenyum, dicetak pada bendera nasional kuning, biru dan merah, di atas meja di mana Subero dan rekan-rekannya mengadakan pertemuan selama berjam-jam.

Ikatan puluhan tahun Subero dengan Chvez melampaui ideologi. Usaha tersebut gagal dan Subero, Chvez dan orang-orang lainnya dipenjara selama bertahun-tahun.

Walau Krisis Venezuela tetapi kesetiaan Subero terhadap pemimpinnya tidak pernah goyah.

Krisis Venezuela yang Berkepanjangan

Dia sekarang memimpin salah satu kelompok bernama colectivos, yang memandang diri mereka sebagai pembela revolusi Bolivar Chvez dan bersumpah untuk membela penggantinya, Presiden Nicols Maduro, yang sedang menghadapi tantangan terbesarnya.

Tetapi Subero dan banyak orang lain di colectivo -nya, yang secara tidak sengaja bernama 4 de Febrero, siap membela Maduro yang sudah berkuasa sejak tahun 2013.

“Saya siap berperang sampai saya meninggal,” kata Subero.  Mereka mengatakan memiliki ribuan anggota di negara itu.

Paling tidak 40 orang meninggal dunia di negara itu dalam satu minggu saja bulan lalu, menurut PBB. Kelompok pendukung pemerintah dianggap paling bertanggung jawab atas korban tewas.

Bagi Subero, ayah tiga anak yang tidak ingin memberikan nama aslinya, masalah “dipicu oleh kekuatan asing”, tuduhan yang sering kali dilontarkan Maduro dan pendukungnya, dan invasi sedang direncanakan. Ini adalah ketakutan yang selalu dihidupkan pemerintah meskipun invasi tidak pernah terjadi.

“Saya siap dan bersedia perang,” katanya, dikelilingi patung dan plakat keagamaan dengan wajah pahlawan setempat lainnya, termasuk pemimpin kemerdekaan abad ke-19 Simn Bolvar, yang Chvez nyatakan sebagai inspirasi “revolusioner”nya.

Ketika Jorge Navas menonton, terlihat Diosdado Cabello, pendukung penting Chavez, memperingatkan ribuan pendukung tentang kemungkinan aksi internasional di negaranya.

“Siapa yang mengatakan Venezuela tidak bisa menjadi Vietnam baru?” kata Navas.

Guaid menolak tegas ancaman perang saudara di Venezuela dengan mengatakannya sebagai sebuah “rekaan”.

Sombra atau “bayangan” dalam bahasa Spanyol dan juga bukan nama aslinya, adalah anggota colectivo yang berbeda, Guerra a Muerte, nama yang berasal dari Dekrit Perang sampai Mati yang dikeluarkan Bolvar pada tahun 1813 saat perang kemerdekaan Venezuela.

Bagi dirinya, masalah yang dihadapi “negaranya yang cantik” adalah karena rakyatnya tidak mengakui “warisan besar yang ditinggalkan komandan selamanya”, Chvez.

“Kami menginginkan masalah diselesaikan lewat dialog,” katanya. “(Tetapi) saya akan mengorbankan hidup saya demi revolusi, tentunya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons