Robby Tumewu Meninggal Akibat Penyakit Stroke

Populerberita.com – Kabar duka datang dari industri entertaiment tanah air. Aktor senior Robby Tumewu meninggal dunia. Sebelumnya, Robby Tumewu sempat terserang stroke dua kali sejak tahun 2010 dan 2013 yang membuatnya harus dirawat intensif di rumah sakit.

“Dibandingkan dulu, kondisinya lebih parah. Karena pendarahan yang sudah menyebar ke bagian otak kanan, sebelumnya otak kiri,” terang salah seorang kerabat Robby, Hengky Tandayu pada 2013.

Stroke masuk dalam salah satu penyakit dengan penyebab kematian paling tinggi di Indonesia.

Serangan stroke ada beberapa jenis dan gejala yang ditimbulkan bisa bermacam-macam secara tiba-tiba. Dokter menyebut gejala yang paling umum adalah kelumpuhan yang dialami oleh bagian tubuh tertentu dan perlu segera ditangani.

Penyakit dan Penyebab Robby Tumewu Meninggal

Terkait hal itu ada jenis stroke bernama Transient Ischemic Attack (TIA) yang karena ringan gejalanya mungkin saja terlewat oleh pasien.

Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah ke otak mengalami penyumbatan atau pecah sehingga aliran darah menjadi terhambat. Jika hal ini terjadi maka oksigen tidak akan mengalir ke otak yang menyebabkan sel-sel otak mati dalam beberapa menit.

“Gejala stroke yang bersifat sementara kurang dari 24 jam, paling sering hanya beberapa menit dan tidak menyebabkan kerusakan saraf. Mungkin kita sering mendapatkan informasi seseorang kok mulutnya jadi rada miring dan bicaranya cadel tapi kemudian normal lagi, nah ini yang disebut TIA,” kata dr Mursyid dalam seminar media di Restoran Bebek Bengil, Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016).

“Sekali orang kena TIA sudah sama penanganannya dengan orang yang pernah terkena stroke. Jadi faktor risikonya juga sama. Kalau dibiarkan TIA itu berlalunya akan kearah stroke,” kata dr Mursyid.

Serangan Stroke

Faktor resiko untuk TIA dijelaskan oleh dr Mursyid di antaranya adalah tekanan darah yang tinggi, kolesterol tak seimbang, obesitas, dan diabetes. Oleh karena itu untuk menghindarinya pola hidup sehat dengan olahraga teratur dan makanan bernutrisi seimbang sangat dianjurkan.

Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat pun berpengaruh pada risiko terkena stroke seperti kebiasaan merokok, obesitas, kurang olahraga, serta pola makan yang tidak sehat.

Bila dengan menjaga gaya hidup saja dirasakan tak cukup, maka penggunaan obat obatan juga bisa dipakai untuk membantu. Misal untuk mengendalikan kadar kolesterol di batas aman bisa diapakai obat dari golongan statin.

Cara mendeteksi seseorang terserang stroke bisa menggunakan metode SEGERA KE RS sebagai deteksi dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons