Putri Mahkota Jepang Merasa Gugup Jelang Naik Tahta

Populerberita.com – Putri Mahkota Jepang, Masako berjanji melakukan yang terbaik meski merasa tidak percaya diri menjelang naik takhta menjadi permaisuri.

Walaupun saya agak merasa khawatir dan juga tidak yakin apakah saya nantinya bisa dapat banyak membantu nanti ketika saya memikirkan hari-hari ke depan.

Saya sangat ingin mengabdikan diri untuk membahagiakan orang-orang, jadi saya akan berusaha sebisa mungkin,” ungkap Putri Masako pada hari Minggu 9 Desember 2018.

Masako merupakan lulusan Harvard dan Oxford. Dia rela meninggalkan kariernya yang menjanjikan sebagai seorang diplomat demi menikahi Naruhito dan menjadi anggota keluarga kerajaan pada 1993 lalu.

Putri Mahkota Jepang Merasa Tidak Percaya Diri Jelang Pelantikan

Kaisar Jepang Akihito dijadwalkan akan mengundurkan diri dari takhtanya pada 30 April 2019 mendatang. Pengunduran diri ini menjadi yang pertama terjadi dalam Kekaisaran Jepang sejak dua abad terakhir.

Kaisar Akihito akan turun takhta pada 30 April 2019. Ia menjadi kaisar pertama yang melepaskan takhtanya dalam dua abad sejarah Jepang.

Keputusan ini diambil dalam rapat Dewan Urusan Rumah Tangga Kekaisaran pada Jumat (1/12), dan diumumkan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe.

Sebelumnya pada awal tahun ini parlemen Jepang meloloskan undang-undang yang mengizinkan Akihito untuk melepaskan takhtanya.

Kaisar Akihito
Kaisar Akihito

Putri Masako setelah delapan tahun menikah melahirkan Putri Aiko pada 2001. Meski telah memiliki putri, Masako ditekan untuk melahirkan anak laki-laki sebagai penerus sang ayah jika kelak menjadi kaisar Jepang.

Tekanan itu datang pada 2006 menyusul adik ipar Naruhito melahirkan Pangeran Hisahito yang kini berusia 12 tahun.

Tidak seperti anggota keluarga kerajaan lainnya, Putri Masako sendiri dikenal jarang terlihat dalam acara publik sejak tahun 2003 lalu. Dia dikabarkan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri sebagai keluarga kerajaan.

Melalui pernyataan di hari ulang tahunnya Putri Mahkota Jepang Masako mengatakan dia tengah memulihkan diri dari penyakit yang disebabkan stress menjelang pergantian takhta kekaisaran.

Meski begitu, dokter memperingatkan putri berusia 55 tahun itu untuk tetap melanjutkan perawatannya karena dia dianggap rentan merasa lelah, terutama setelah melakukan upacara besar atau tugas kerajaan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons